Translate

Sabtu, 01 September 2012

KESEPIAN


Duka masih membiru
Kurasa benar luka di hati masih
perlu dibalut kasa
Aku terhanyut dalam udara hampa
Tak ada oksigen yang dapat membuat tubuh bekerja

Segalanya tampak kabur
Segalanya tampak basah

Kutemukan diriku tergeletak di bawah cahaya
Angin berhembus, membuat alur basah di pipi
Kegelisahan membuatku menarik diri
Menjauhi ramai, menekuni  isak, membenamkan diri dalam sepi

Paruparuku serasa enggan memompa udara
Jantungku serasa enggan memompa darah

Terkulai lemah
Sendiri

Jumat, 31 Agustus 2012

DALAM ELOK SENYUMNYA

Tuhan anugerahkan napas dalam elok senyumnya
Bagiku, senyum itu adalah udara..

Juga Tuhan anugerahkan nyawa
dalam elok senyumnya.
Karena bagiku, senyumnya adalah jiwa

Rabu, 22 Agustus 2012

UNTUK SESEORANG


yang datang sebagai angin
yang datang sebagai atmosfer

adalah dia

yang datang sebagai embun
yang datang sebagai gerimis

adalah dia

TAK DISANGKA


Tak terkira
Datangnya dia
Tak disangka
Datangnya cinta

LAPANG


                                                                                 

Tanah lapang, itulah tempatku dan kawan-kawan melewati keriangan kanak-kanak. Tanah lapang. Ya, tanah yang lapang. Tanah yang benar-benar lapang. Tanah kosong yang hanya ditumbuhi perdu di pinggirnya. Sisanya tanah. Tanah kami! Tanah main kami!
            Tak ada yang tak bisa kami lakukan di sana
            Aku tak akan lupa bagaimana susah payahnya kuterbangkan layang-layang. Tak akan lupa bagaimana riangnya kami membuat garis pembentuk lapangan aneka permainan. Tak akan lupa riangnya kami bersepeda. Tak lupa saat-saat kami berlarian saling mengejar. Saling mengejar. Saling mengejar! Dan jangan tanya tentang sepak bola.
            Kini aku kembali. Kambali. Tapi tidak ke masa itu. Tidak ke masa ‘yang-ada-hanya-ceria’ itu. Aku kembali ke sini. Tanah lapang itu. Tanah kami. Tanah main kami! Bukan! Aku tak kembali ke sana. Aku tak melihat keriangan lagi. Tak ada peluh ceria lagi. Yang ada hanya gedung-gedung angkuh yang tak saling menyapa.
            Yang tersisa hanya memori !

KEPADA CINTA


Saat sendisendi melemah, tulangtulang merapuh
Dia datang menjadi penopang

Saat matahari meredup, bintangbintang memudar
Dia ada menjadi cahaya

Saat pipi membasah, isak membuncah
Dia menjelma jadi ceria

Kepada cinta, yang datang
di waktu yang sempurna
Kepada cinta, yang berkembang
dengan sendirinya

Terimakasih